Pada 30 September 2026, Sarim Noor mewakili Minhaj Youth League Karachi sebagai Ketuanya dalam Interfaith Harmony Fellowship di Mehran Hotel, Karachi. Ia menjadi bagian dari delegasi Minhaj-ul-Quran bersama Abdul Samad, Koordinator Hubungan & Kerukunan Antariman Tehreek-e-Minhaj-ul-Quran Karachi; Anwar ul Mubeen, Kepala Minhaj Welfare Foundation Karachi; dan Qari Muhammad Rashid Alvi.

Acara ini diselenggarakan oleh AWR Pakistan dan AMR Southern Pakistan Section, bekerja sama dengan AMR, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Pertemuan ini mempertemukan orang-orang dari berbagai agama dengan tiga tujuan sederhana: persahabatan, perdamaian, dan saling pengertian.

Para pembicara dalam Interfaith Harmony Fellowship, Mehran Hotel Karachi
Para pembicara dalam pertemuan ini

Dibuka dengan Al-Qur’an

Qari Muhammad Rashid Alvi — Wakil Kepala Minhaj Institute Kampus Karachi dan Imam Jamia Masjid Rehmania Trust, Tariq Road — membuka acara dengan tilawah Al-Qur’an. Mewakili delegasi, Abdul Samad menyampaikan kepada para tamu bahwa pintu lembaga-lembaga Minhaj-ul-Quran terbuka bagi pemeluk semua agama, dan organisasi ini siap melayani mereka.

Kenangan berbuka puasa di dalam masjid

Anthony Naveed, Wakil Ketua Majelis Provinsi Sindh, berbicara tentang peran nyata Minhaj-ul-Quran dalam hubungan antariman. Ia mengenang masa ketika Youth League sedang dibentuk di Karachi: Ramadan bertepatan dengan masa puasa umat Kristen, dan Dr. Muhammad Tahir-ul-Qadri mengadakan acara berbuka bagi komunitas Kristen di dalam masjid. Ia menyebutnya contoh langka tentang penghormatan dan keterbukaan.

Seorang pembicara menyampaikan sambutan dalam Interfaith Harmony Fellowship
Para tamu di panggung Interfaith Harmony Fellowship

Suara dari Pakistan dan mancanegara

Seorang perwakilan Adventist World Radio menjelaskan program-programnya, terutama di bidang kesehatan — persoalan yang menyangkut semua orang, apa pun agamanya. Gagasan itulah yang melandasi semboyan AWR: “No Walls, No Borders, No Limits” (Tanpa Tembok, Tanpa Batas, Tanpa Sekat). Para pendeta dari Thailand, Tiongkok, dan negara lain juga berbicara tentang perdamaian, kasih, dan saling menghormati.

Direktur AWR untuk kawasan Asia-Pasifik Utara memuji kerja antariman Minhaj-ul-Quran, demikian pula Samuel Nazir, Direktur AMR dan Interfaith Associate di Korea Selatan. Ia menceritakan bahwa timnya membagikan paket makanan Ramadan tanpa memandang agama dan menyelenggarakan acara berbuka bagi umat Muslim. Sarwat Shahid, Wakil Ketua Senior untuk Sindh dari National Peace Force Committee for Interfaith Harmony, dan tamu lainnya juga menyampaikan sambutan.

Ajrak sebagai tanda penghormatan

Menjelang akhir acara, Abdul Samad, para pendeta AWR yang berkunjung, dan perwakilan lainnya dihormati dengan ajrak, kain tradisional Sindh. Pertemuan ini menunjukkan bagaimana dialog, keramahan, dan pelayanan dapat mendekatkan komunitas berbeda agama — pesan yang dibawa Minhaj Youth League Karachi dalam kerjanya bersama kaum muda.

Sarim Noor bersama para tamu di antara hadirin
Sarim Noor bersama delegasi Minhaj-ul-Quran dan tamu AWR